Terangnews.my.id | Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang beralamat di Jalan Raya Cipta Nomor 99, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, menuai sorotan setelah sejumlah siswa mengeluhkan salah satu menu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga tidak layak konsumsi.
Keluhan muncul setelah siswa menerima menu makanan berupa puding yang disajikan dalam paket MBG. Beberapa murid mengaku puding tersebut memiliki rasa asam dan diduga sudah basi saat dikonsumsi.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, keluhan itu datang dari siswa salah satu sekolah penerima program MBG di wilayah Ciparay. Para siswa mengaku kecewa karena makanan yang seharusnya menunjang kesehatan dan gizi justru diduga tidak memenuhi standar kelayakan konsumsi.

“Rasanya asam seperti sudah basi. Beberapa teman juga mengeluhkan hal yang sama,” ujar salah seorang siswa penerima MBG yang enggan disebutkan identitasnya.
Program MBG sendiri merupakan program pemenuhan gizi bagi pelajar yang bertujuan mendukung kesehatan dan konsentrasi belajar siswa di sekolah. Namun dugaan adanya makanan tidak layak konsumsi ini memicu kekhawatiran orang tua dan pihak sekolah terkait kualitas pengolahan serta distribusi makanan.
Sejumlah pihak meminta pengelola SPPG Yayasan SNJ segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses produksi makanan, mulai dari bahan baku, pengolahan, hingga distribusi ke sekolah-sekolah penerima manfaat.
Selain itu, pengawasan dari instansi terkait dinilai perlu diperketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Pasalnya, makanan yang dikonsumsi siswa harus memenuhi standar higienitas dan keamanan pangan.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Yayasan SNJ maupun pengelola SPPG Yayasan SNJ belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut.
Red



Komentar