Terangnews.my.id / Kabupaten Bandung – Di tengah genangan banjir yang masih melanda sejumlah wilayah, harapan itu tetap ada. Bukan dari pidato panjang atau seremoni semata, tetapi dari ratusan bibit pohon yang mulai dibagikan kepada masyarakat.
Mantan Bupati Bandung periode 2010–2020, Dadang M Naser, memilih merayakan Hari Jadi (HJB) ke-385 Kabupaten Bandung dengan cara sederhana namun bermakna: mengajak warga kembali menanam dan merawat alam.
Bagi Dadang, pohon bukan sekadar tanaman, melainkan simbol harapan—tentang masa depan yang lebih baik dan lingkungan yang kembali seimbang.
“Banjir yang kita rasakan hari ini seharusnya menyadarkan kita semua. Alam sedang memberi tanda. Maka kita juga harus menjawabnya dengan tindakan nyata,” ujarnya.
Ratusan bibit pohon produktif yang dibagikan diharapkan tidak berhenti sebagai simbol peringatan semata. Ia ingin setiap bibit benar-benar ditanam, dirawat, dan tumbuh bersama kesadaran baru masyarakat.
“Menanam itu mudah. Yang sulit adalah menjaga komitmen untuk merawatnya. Tapi justru di situlah letak kepedulian kita diuji,” katanya.
Ia mengingatkan, kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini bukanlah sesuatu yang datang tiba-tiba, melainkan akumulasi dari kebiasaan yang mengabaikan keseimbangan alam—seperti alih fungsi lahan dan berkurangnya kawasan resapan air.
Namun demikian, Dadang percaya perubahan selalu bisa dimulai, bahkan dari langkah kecil.
“Satu pohon yang tumbuh itu berarti. Ia memberi oksigen, menahan air, dan menjadi bagian dari kehidupan. Bayangkan jika itu dilakukan bersama-sama,” tuturnya.
Sebagai anggota Komisi IV DPR RI, ia juga melihat bahwa upaya menjaga lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan, tetapi harus tumbuh dari kesadaran masyarakat itu sendiri.
Karena itu, ia mendorong lahirnya lebih banyak “penjaga lingkungan” di tengah masyarakat—orang-orang yang tidak hanya menanam, tetapi juga merawat dan memahami arti penting pohon bagi kehidupan.
“Ini bukan soal program, tapi soal kepedulian. Soal bagaimana kita menjaga titipan untuk anak cucu kita nanti,” ungkapnya.
Di tengah peringatan Hari Jadi ke-385 ini, Dadang berharap semangat menanam pohon bisa menjadi gerakan bersama—gerakan kecil yang jika dilakukan secara konsisten, akan membawa perubahan besar.
“Kalau kita rawat alam, alam juga akan menjaga kita. Mungkin tidak hari ini, tapi pasti untuk masa depan,” ucapnya.
Di tengah banjir dan berbagai tantangan lingkungan, pesan itu terasa sederhana namun kuat: harapan bisa tumbuh, selama manusia mau menanam dan menjaganya.
Dion



Komentar