Breaking News
Beranda / Breaking News / Harmoni Bambu Pasundan Sukses Digelar di Cikalongwetan, Kolaborasi Pentahelix Jadi Kunci

Harmoni Bambu Pasundan Sukses Digelar di Cikalongwetan, Kolaborasi Pentahelix Jadi Kunci

Terangnews.my.id / Kabupaten Bandung Barat – Perhelatan Harmoni Bambu Pasundan sukses digelar di Kecamatan Cikalongwetan pada Sabtu (18/04/2026). Kegiatan ini menghadirkan beragam agenda yang tersebar di sejumlah titik, dengan mengusung pola kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, komunitas, pelaku usaha, akademisi, dan media.

Berbagai rangkaian acara turut memeriahkan kegiatan tersebut. Books Fair yang didukung penerbit Mizan serta para penulis Bandung Barat digelar di Taman Numerasi. Sementara itu, pameran UMKM yang didukung TP-PKK tingkat kecamatan dan desa se-Cikalongwetan berlangsung di area parkir, yang juga diramaikan oleh stan sponsor seperti NJ Elektronik, PT Aryanda Properti, dan lainnya.

Di ruang pelayanan, masyarakat dapat memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis yang difasilitasi Puskesmas Cikalong. Adapun kegiatan workshop dan lomba menulis dilaksanakan di Pendopo Kecamatan.

Pelataran Bale Sawala menjadi pusat kegiatan yang menyedot perhatian pengunjung. Acara dibuka dengan penampilan seni kacapi suling, dilanjutkan dengan bedah buku Harmoni Bambu Pasundan yang menghadirkan Kholid Barkah sebagai pembedah. Selanjutnya, sosialisasi seni Awi Gabeng disampaikan oleh A. Arifin, penggiat sekaligus inisiator pelestarian seni tradisional tersebut.

Pementasan seni Awi Gabeng menjadi salah satu penampilan yang memukau penonton. Seni tradisional yang telah eksis sejak tahun 1800-an ini berhasil menarik antusiasme masyarakat. Perhelatan kemudian ditutup dengan pentas musik akustik yang dibawakan oleh pelaku seni dari Desa Cikalong.

Di Tengah Banjir, Harapan Tumbuh dari Bibit Pohon di Hari Jadi Kabupaten Bandung

Dalam sambutannya saat pembukaan, Camat Cikalongwetan, Dadang A. Sapardan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil silaturahmi dan kolaborasi berbagai unsur masyarakat melalui pendekatan pentahelix.

“Berbagai potensi yang ada menjadi kekuatan besar untuk menyelenggarakan kegiatan ini,” ujarnya di hadapan peserta yang memadati kawasan Bale Sawala.

Ia juga mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang untuk menghadirkan kegiatan berskala besar. Menurutnya, sinergi dengan komunitas literasi budaya serta dukungan berbagai pihak mampu mewujudkan perhelatan tersebut.

“Ini menjadi bukti bahwa dengan menggabungkan potensi yang ada, kegiatan sebesar ini dapat terlaksana meski tanpa dukungan anggaran kecamatan yang memadai,” paparnya.

Di akhir sambutannya, Dadang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Harmoni Bambu Pasundan, khususnya dalam upaya memperkenalkan kembali seni tradisional Awi Gabeng kepada masyarakat.

Ricuh Pengawasan DPRD Jabar di Ngamprah, Dugaan Intimidasi Wartawan Picu Kecaman Keras

“Dari lubuk hati terdalam, saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam menyukseskan perhelatan ini,” pungkasnya.

Red

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!