Terangnews.my.id / Kabupaten Bandung Barat – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi mengoperasikan Gedung Markas Komando (Mako) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) yang berlokasi di kompleks perkantoran Pemkab Bandung Barat. Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, pada Senin (5/1/2026).
Peresmian Mako Damkar ini menandai langkah strategis Pemkab Bandung Barat dalam memperkuat sistem pelayanan publik, khususnya dalam penanganan kebakaran dan layanan penyelamatan yang semakin dibutuhkan masyarakat.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat, Siti Aminah Anshoriah, menyatakan bahwa pembangunan Mako Damkar bukan hanya sebatas penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga menjadi wujud keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan profesionalisme serta kesiapsiagaan personel.
“Keberadaan Mako Damkar yang baru diharapkan mampu meningkatkan koordinasi, mempercepat respons, dan memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Siti Aminah.
Ia menjelaskan bahwa saat ini Damkar Kabupaten Bandung Barat telah memiliki tujuh Pos Pengendalian Wilayah (Poswil) yang tersebar di Lembang, Cikalongwetan, Cipatat, Cililin, Sindangkerta, Parongpong, serta Mako Damkar sebagai pusat komando.
Pada tahun 2026, direncanakan penambahan Poswil Padalarang yang pembangunannya akan dilaksanakan oleh PT Belaputera Intiland bersama manajemen Kota Baru Parahyangan.
Dari sisi sumber daya manusia, Damkar Kabupaten Bandung Barat kini didukung oleh 166 personel yang terdiri dari 22 PNS, 76 P3K, 66 P3K paruh waktu, serta dua tenaga kebersihan yang tersebar di seluruh Poswil.
Selain itu, status kelembagaan Damkar juga mengalami peningkatan dari tipe C menjadi tipe A, yang diharapkan dapat memperkuat dukungan sarana, prasarana, dan anggaran operasional di masa mendatang.
Sepanjang tahun 2025, Damkar Kabupaten Bandung Barat tercatat menangani 1.371 laporan kejadian, terdiri atas 151 kejadian pemadaman kebakaran dan 1.220 layanan penyelamatan. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 932 kejadian.
“Walaupun kasus kebakaran menurun, layanan penyelamatan justru meningkat cukup signifikan, dengan kasus terbanyak berupa evakuasi ular dan sarang tawon,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Siti Aminah menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bandung Barat, DPRD, serta seluruh perangkat daerah yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan Mako Damkar.
Ia juga mengusulkan tambahan anggaran untuk melanjutkan pembangunan gedung yang saat ini baru terealisasi sekitar 30 persen, serta untuk memenuhi kebutuhan anggaran uang piket seiring perubahan status TKK menjadi P3K paruh waktu.
Sementara itu, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail berharap Mako Damkar yang baru dapat menjadi pusat pelayanan yang efektif dan berkelanjutan dalam melindungi masyarakat dari berbagai potensi kebencanaan.
“Gedung ini diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas kerja, tetapi juga simbol pengabdian dan kesiapan pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat,” ujar Bupati Jeje. (Dion)


Komentar