Kab. Bandung Barat, Terangnewe.my.id – Berbagi bukan sekadar memberikan bantuan, melainkan tentang menghadirkan perhatian, menumbuhkan harapan, dan membuat sesama merasa tidak berjalan sendirian. Semangat itulah yang menjadi pesan dalam kegiatan Jumat Berkah yang digagas keluarga besar H. G. Gunawan, S.H., M.H., bersama Hj. Wulan Kurniasih, dengan agenda santunan bagi 1.000 anak yatim.
Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung pada Jumat (16/10/2026), mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di kediaman H. G. Gunawan, Jalan Cipanji, Desa Cihampelas, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Di balik rencana santunan tersebut, tersimpan pesan sederhana tetapi mendalam: setiap anak berhak merasakan perhatian, kasih sayang, dan kepedulian dari lingkungan sekitarnya.
Bagi anak-anak yatim, perhatian yang diberikan dengan tulus bukan hanya tentang bantuan yang diterima hari itu. Lebih dari itu, kepedulian dapat menjadi penguat semangat, menghadirkan kebahagiaan, serta menumbuhkan keyakinan bahwa masih banyak orang yang peduli terhadap perjalanan hidup mereka.
Berbagi Kebahagiaan, Menghadirkan Harapan
Santunan anak yatim menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial yang memiliki arti penting dalam kehidupan bermasyarakat. Di tengah beragam tantangan kehidupan, kehadiran orang-orang yang bersedia berbagi dapat memberikan dukungan moral sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan.
Melalui program Jumat Berkah ini, keluarga besar H. G. Gunawan bersama Hj. Wulan Kurniasih mengagendakan kegiatan santunan yang diharapkan dapat membawa kebahagiaan bagi anak-anak yatim di wilayah Cihampelas dan sekitarnya.
Nilai utama dari kegiatan tersebut bukan semata-mata terletak pada jumlah penerima santunan, melainkan juga pada pesan kemanusiaan yang ingin disampaikan. Bahwa kepedulian tidak mengenal batas, dan berbagi merupakan tanggung jawab moral yang dapat dilakukan oleh siapa saja.
Anak-anak membutuhkan ruang untuk tumbuh, kesempatan untuk belajar, serta lingkungan yang memberikan rasa aman dan dukungan. Karena itu, perhatian terhadap mereka idealnya tidak berhenti pada kegiatan santunan, tetapi berlanjut melalui kepedulian yang konsisten dari keluarga dan masyarakat.
Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi pengingat bahwa sedikit perhatian yang diberikan dengan ketulusan bisa memiliki arti besar bagi orang lain.
Doa untuk Almarhum, Kebaikan untuk Sesama
Jumat Berkah kali ini juga memiliki makna tersendiri bagi keluarga besar penyelenggara. Selain santunan anak yatim, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan doa bersama dan tahlil untuk mengenang 40 hari wafatnya Ir. Windroyo bin Soegeng Setjohadikusumo.
Momen ini menjadi kesempatan bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat untuk bersama-sama mendoakan almarhum, memohonkan ampunan serta rahmat Allah SWT, sekaligus mempererat tali silaturahmi.
Kepergian seseorang yang dicintai tentu meninggalkan kenangan dan ruang tersendiri di hati keluarga. Dalam suasana mengenang tersebut, doa menjadi salah satu bentuk kasih sayang yang terus dipanjatkan, meskipun orang yang didoakan telah berpulang.
Rangkaian kegiatan sosial yang menyertai peringatan 40 hari wafatnya almarhum juga menghadirkan pesan tentang pentingnya meneruskan kebaikan. Mengenang bukan hanya tentang merawat ingatan, tetapi juga tentang menjaga nilai-nilai positif melalui tindakan yang bermanfaat bagi sesama.
Dengan demikian, doa bersama dan santunan anak yatim diharapkan menjadi momentum yang mempertemukan nilai spiritual dengan kepedulian kemanusiaan.
Kepedulian yang Tidak Berhenti pada Satu Hari
Kehidupan bermasyarakat akan terasa lebih hangat ketika setiap orang memiliki kepekaan terhadap keadaan orang lain. Kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui bantuan besar. Perhatian sederhana, uluran tangan, dan kesediaan untuk hadir bagi mereka yang membutuhkan juga merupakan bentuk kebaikan yang berarti.
Semangat tersebut menjadi pesan yang ingin dihadirkan melalui program Jumat Berkah di Cihampelas. Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk menjadikan berbagi sebagai kebiasaan, bukan hanya dilakukan pada momen tertentu.
Sebab, anak-anak yatim membutuhkan perhatian yang berkelanjutan. Mereka membutuhkan dukungan untuk tumbuh, kesempatan untuk meraih cita-cita, serta lingkungan yang memberi ruang bagi mereka untuk menjalani masa depan dengan penuh harapan.
Ketika kepedulian tumbuh menjadi gerakan bersama, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima bantuan, tetapi juga memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat.
Menebar Kebaikan, Merawat Silaturahmi
Melalui kegiatan yang direncanakan berlangsung di Jalan Cipanji, Desa Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, keluarga besar H. G. Gunawan, S.H., M.H., bersama Hj. Wulan Kurniasih, diharapkan dapat menghadirkan momentum kebersamaan yang sarat nilai kemanusiaan.
Santunan anak yatim, doa bersama, dan tahlil menjadi rangkaian kegiatan yang mengandung pesan tentang kasih sayang, keikhlasan, persaudaraan, serta pentingnya berbagi dengan sesama.
Pada akhirnya, makna Jumat Berkah tidak hanya diukur dari berapa banyak bantuan yang disalurkan. Makna yang lebih dalam terletak pada ketulusan niat, kebahagiaan yang ingin dihadirkan, dan kepedulian yang terus dijaga setelah kegiatan berakhir.
Sebab, kebaikan yang paling bermakna bukan hanya kebaikan yang dirasakan sesaat, melainkan kebaikan yang meninggalkan kesan, menumbuhkan harapan, dan menggerakkan orang lain untuk melakukan hal serupa.
Jumat Berkah di Cihampelas: mengenang dengan doa, berbagi dengan hati, dan menebarkan kasih sayang untuk sesama.
Dion



Komentar