Breaking News
Beranda / Breaking News / Menu Program Makan Bergizi Gratis di SPPG Tagog Apu Cikamunding  Disorot, Bolu Kukus Disebut Tak Layak Konsumsi

Menu Program Makan Bergizi Gratis di SPPG Tagog Apu Cikamunding  Disorot, Bolu Kukus Disebut Tak Layak Konsumsi

Terangnews.my.id / Kabupaten Bandung Barat – Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi program unggulan Presiden Republik Indonesia kembali menjadi sorotan di tingkat pelaksanaan. Kali ini, perhatian tertuju pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tagog Apu Cikamunding, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang diduga dikelola oleh Yayasan Al-Hasanah.

Sorotan tersebut muncul setelah sejumlah laporan diterima media terkait menu makanan yang dibagikan kepada siswa sekolah dasar pada Kamis (12/3/2026). Menu yang diberikan dinilai tidak layak konsumsi oleh sebagian orang tua murid.

Berdasarkan laporan yang diterima, menu tersebut terdiri dari bolu kukus, telur rebus, tiga butir kurma, serta beberapa butir kacang goreng. Namun, bolu kukus yang menjadi salah satu menu utama disebut dalam kondisi sangat keras.

Salah seorang orang tua murid bahkan mengaku telah mencoba membanting bolu tersebut ke lantai untuk membuktikan tingkat kekerasannya, namun kue tersebut tidak hancur.

“Bolu kukusnya sangat keras, sampai dibanting ke lantai pun tidak hancur. Kami khawatir jika makanan seperti ini diberikan kepada anak-anak sekolah dasar,” ujar salah satu orang tua murid yang enggan disebutkan namanya.

Desa Giri Asih Salurkan Bantuan Pangan untuk 1.098 Warga

Para orang tua berharap pihak penyelenggara program dapat melakukan evaluasi terhadap kualitas makanan yang disalurkan kepada siswa. Pasalnya, program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu memberikan asupan gizi yang baik dan layak bagi anak-anak sekolah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPPG Tagog Apu -Cikamuning maupun Yayasan Al-Hasanah belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait dapat melakukan pengawasan lebih ketat agar program unggulan nasional tersebut dapat berjalan sesuai tujuan, yakni meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.

(Redaksi)

Paripurna LKPJ KBB: Capaian Diapresiasi, Ketidakhadiran Anggota Dewan Jadi Sorotan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

01

Praktik 303 Gelper Liar di Batam Disorot, Diduga Dikoordinir oleh Bu RT

02

Sekolah SMAN 28 Batam Diduga Adanya Praktik Pungli, Begini Klarifikasi Pihak Komite Sekolah

03

Perizinan Pelabuhan KPSB Tj Uma Dipertanyakan, Diduga Tidak Sesuai Peruntukkannya

04

Kades Moawo Bantah Hibahkan Tanah Warga untuk Kantor KDMP

05

JUMLING di Masjid Darulpalah Jadi Sarana Penguatan Ukhuwah dan Kepedulian Sosial Warga Saguling

Berita Terbaru






error: Content is protected !!