Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Menkeu: Dana Rp276 triliun ke bank pelat merah hasilnya belum optimal

Menkeu: Dana Rp276 triliun ke bank pelat merah hasilnya belum optimal

Jakarta, IDN Times – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengakui penempatan dana sebesar Rp276 triliun ke bank pelat merah dan bank pembangunan daerah tidak memberikan dampak yang sesuai dengan estimasinya.

Ia menjelaskan perkiraaan awalnya, injeksi penempatan dana ini bisa membuat pertumbuhan ekonomi melaju lebih cepat. Namun injeksi yang berjalan pada awal kebijaksanaan tersebut tak berjalan sesuai dengan keinginannya karena kurangnya sinkronisasi dengan Bank Indonesia (BI).

“Ada dampak kebijakan injeksi uang yang kita taruh di sistem perbankan itu nggak seoptimal yang saya duga seperti estimasi saya sebelumnya. Harusnya ekonomi harusnya lari lebih cepat karena ada sedikit ketidaksinkronan kebijakan antara kami dengan Bank Sentral,” ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, dikutip, Kamis (1/1/2026).

1. Sempat ada ketidaksesuaian antara kebijakan fiskal dan moneter

Ia menjelaskan salah satu kendala yang muncul, menurut Purbaya, adalah ketidaksesuaian antara kebijakan fiskal pemerintah dengan kebijakan moneter yang diambil oleh Bank Indonesia (BI). Meskipun demikian, dia menyebutkan dalam satu bulan terakhir, masalah ketidaksesuaian ini sudah berhasil diselesaikan bersama dengan BI.

“Yang penting ke depan, dengan kebijakan yang lebih sinkron antara kami dan bank sentral, ekonomi kita akan tumbuh lebih baik lagi,” tambah Purbaya.

SPPG Puteran 2 Bina Generasi Indonesia Ceria Distribusikan MBG ke Ribuan Pelajar, Dorong Pemenuhan Gizi dan Kualitas Pendidikan di KBB

2. Purbaya sempat tarik dana Rp75 triliun untuk kebutuhan belanja negara

Dalam kesempatan itu, Purbaya juga menjelaskan selama injeksi dana ke perbankan, pihaknya sempat menarik dana sebesar Rp75 triliun untuk digunakan dalam belanja negara. Uang tersebut, meskipun tidak langsung masuk ke dalam sistem perbankan, tetap berputar di perekonomian lewat belanja pemerintah yang dapat memberikan dampak positif.

“Kami tarik dan kemudian kami belanjakan lagi, sehingga uang itu tetap berputar dalam sistem ekonomi meskipun tidak langsung ada di bank,” jelas Purbaya.

3. Menkeu optimis pertumbuhan ekonomi capai 6 persen tahun ini

Purbaya tetap optimistis, laju ekonomi Indonesia bisa mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2026. Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Keuangan berencana untuk mempercepat belanja negara di awal tahun 2026. Purbaya juga menegaskan pentingnya komunikasi intensif dengan Gubernur BI dan sinergi yang lebih baik untuk mendukung pemulihan ekonomi.

“Seperti yang Anda lihat, satgas debottlenecking sudah mulai disidangkan, meskipun baru satu kali, namun dari sana saya sudah bisa melihat masalah yang dihadapi oleh pelaku bisnis,” kata Purbaya.

Optimisme dan langkah-langkah koordinasi yang terus dilakukan diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi dan mencapai target yang telah ditetapkan.

Pasca Libur Panjang, Distribusi MBG SPPG Mandalamukti 2 Dinilai Sangat Membantu Orang Tua

Efeknya Kurang Nendang, Purbaya Tarik Lagi Dana Rp75 Triliun di Bank Ada Ancaman Defisit, Purbaya Pelototi Instansi yang Suka Foya-foya Purbaya Gerah Lihat Negara Tekor akibat Restitusi Pajak Batu Bara

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

01

Sekolah SMAN 28 Batam Diduga Adanya Praktik Pungli, Begini Klarifikasi Pihak Komite Sekolah

02

Praktik 303 Gelper Liar di Batam Disorot, Diduga Dikoordinir oleh Bu RT

03

Perizinan Pelabuhan KPSB Tj Uma Dipertanyakan, Diduga Tidak Sesuai Peruntukkannya

04

Kades Moawo Bantah Hibahkan Tanah Warga untuk Kantor KDMP

05

JUMLING di Masjid Darulpalah Jadi Sarana Penguatan Ukhuwah dan Kepedulian Sosial Warga Saguling

Berita Terbaru






error: Content is protected !!